MAKALAH | PENDIDIKAN | AGAMA | APLIKASI HP | TIPS AND TRIK | CERITA | CONTOH | DOWNLOAD GRATIS

Makalah Manajemen Perpustakaan

12 Nopember
Manajemen Koleksi Perpustakaan : Sebuah Panduan Praktis
Oleh
Heri Abi Burachman Hakim [1]
Pendahuluan
Sebuah perpustakaan terbangun dari kumpulan berbagai elemen. Berbagai elemen yang menopang berdirinya sebuah perpustakaan adalah gedung, koleksi, dana operasional dan sumber daya manusia. Salah satu dari berbagai elemen tersebut yaitu koleksi menjadi salah satu elemen penting yang menentukan eksistensi perpustakaan di tengah masyarakat. Eksitensi perpustakaan di tengah masyarakat dapat dilihat dari banyaknya masyarakat atau pengguna yang mengakses perpustakaan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi minat masyarakat [2] untuk mengakses perpustakaan adalah koleksi.
Koleksi yang mampu memotivasi masyarakat untuk mengakses perpustakaan adalah koleksi yang berkualitas, sesuai kebutuhan pengguna perpustakaan serta jaminan kemudahan akses terhadap koleksi tersebut. kualitas koleksi dipengaruhi dan kesuaian koleksi dengan kebutuhan pemustaka dipengaruhi oleh proses pengadaan bahan pustaka. Sedangkan kemudahan dalam mengakses koleksi perpustakaan sangat dipengaruhi oleh proses pengolahan serta pelayanan bahan pustaka.
Proses pengadaan, pengolahan serta pelayanan bahan pustaka merupakan objek dari kajian manajamen koleksi perpustakaan. Melihat arti penting koleksi dalam sebuah perpustakaan maka sudah selayaknya jika pengelola perpustakaan mempelajari tentang manajemen koleksi perpustakaan. Sayangnya masih banyak pengelola perpustakaan yang tidak terlalu memperhatikan hal ini. Untuk itu, dalam upaya memberikan pengetahuan tentang manajemen koleksi perpustakaan penulis mencoba menuliskannya dalam modul singkat ini. Semoga modul ini mampu memberikan pengetahuan serta panduan praktis dalam melakukan manajemen koleksi perpustakaan. 

Pembahasan
Koleksi Perpustakaan
Perpustakaan didirikan dengan berbagai tujuan. Di antara tujuan tersebut adalah agar perpustakaan mampu menjelma sebagai lembaga yang mampu membina minat baca masyarakat serta memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. Untuk dapat melakukan pembinaan minat baca masyarakat dan mampu memenuhi kebutuhan informasi pemustaka sangat tergantung dari eksistensi koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan. Tanpa keberadaan koleksi  tentu perpustakaan tidak akan mampu melakukan pembinaan serta memenuhi kebutuhan informasi masyarakat atau pemustaka.
Koleksi menjadi salah satu elemen penting dalam eksistensi sebuah perpustakaan. Koleksi dapat menjadi motivator pagi pemustaka untuk datang ke perpustakaan. Kualitas koleksi menjadi salah faktor penentu apakah perpustakaan akan diakses oleh banyak pemustaka atau tidak.
Ketika berbicara mengenai manajemen koleksi maka topik mengenai koleksi perpustakaan merupakan topik pertama yang akan dipelajari. Pada topik ini akan dipelajari tentang defini koleksi, varian dari koleksi serta metode pengadaannya.
Koleksi perpustakaan adalah semua jenis bahan pustaka yang dikumpulkan, diolah dan disimpan untuk disebarluaskan kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhan informasi mereka (Yulian dan Sunjana, 2009). Bahan pustaka yang telah dihimpun atau dikumpulkan oleh perpustakaan, selanjutnya diolah dengan menggunakaan kaidah-kaidah tertentu, disimpan dan selanjutkan dilayankan kepada masyarakat yang membutuhkannnya.
Apabila difinisi di atas ditarik ke dalam konteks perpustakaan sekolah, maka definisi koleksi perpustakaan sekolah adalah semua jenis bahan pustaka yang dikumpulkan, diolah dan disimpan untuk disebarluaskan sehingga dapat dimanfaatkan oleh pemustaka dalam hal ini guru, siswa dan staf administrasi sekolah.
Secara garis besar varian koleksi perpustakaan dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar. Varian koleksi perpusakaan tersebut dapat dibedakan menjadi koleksi tercetak dan koleksi non cetak. Koleksi tercetak terdiri dari buku, terbitan berseri, peta, gambar, brosur, pamflet dan booklet. Makalah dan koleksi tugas akhir. Sedangkan koleksi non cetak terdiri dari film, Compact Disk, mikrofilm, mikrofis, Kaset dan koleksi digital.
Khusus untuk perpustakaan sekolah, dalam “Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah” yang dikeluarkan oleh  Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, disebutkan bahwa koleksi perpustakaan sekolah terdiri dari :
1.      Buku Pelajaran Pokok
Buku pelajaran pokok merupakan buku utama yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Buku pelajaran pokok diterbitkan atau diadakan oleh pemerintah dan isinya disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku.
2.       Buku Pelajaran Penunjang
Buku pelajaran penjunjang adalah buku yang sifatnya sebagai penunjang atau pelengkap dari buku pelajaran pokok yang digunakan oleh guru dan siswa.
3.      Buku Bacaan
Buku bacaan adalah buku yang digunakan sebagai bahan bacaan bagi siswa, guru dan staf administrasi. Menurut jenisnya bahan bacaan dibedakan menjadi buku non fiksi, fiksi ilmiah dan fiksi.
Perbandingan jenis koleksi yang sesuai dengan kurikulum dan koleksi fiksi adalah 60% untuk koleksi non fiksi atau koleksi yang sesuai dengan kurikulum dan 40% untuk koleksi fiksi (IFLA dan UNESCO, 2006).
4.      Buku sumber, referensi atau rujukan
Buku sumber, referensi atau rujukan adalah buku yang digunakan oleh warga sekolah sebagai sumber informasi untuk menambah ilmu pengetahuan. Jenis koleksi ini seperti kamus, ensiklopedi, almanak, direktori.
5.      Terbitan Berkala
Terbitan berkala merupakan jenis koleksi yang terbit secara terus menenus dan memiliki kala atau periode terbit. Jenis terbitan berkala antara lain majalah, surat kabar, dan buletin.
6.      Pamflet atau brosur
Pamflet atau brusur juga merupakan bagian dari koleksi perpustakaan. Brosur atau pamflet merupakan lembaran-lembaran yang berisi tentang keadaan atau kegiatan lembaga yang menerbitkannya.
7.      Media pendidikan lainnya
Media pendidikan lainnya yang dapat dijadikan sebagai koleksi perpustakaan antara lain slide, film, kaset, piringan hitam dan file-file presentasi.
8.      Kliping
Kliping adalah guntingan dari artikel atau berita dari surat kabar, majalah dan terbitan lainnya yang dianggkap penting untuk disimpan dan berguna pemustaka (Perpustakaan Nasional R.I., 2001).
Selanjutnya dalam buku pendoman yang disusun oleh Perpustakaan Nasional R.I. ini disebutkan pula bahwa jumlah minimal dari koleksi sebuah perpustakaan sekolah adalah 1000 judul materi (Perpustakaan Nasional R.I., 2001). Artinya dari berbagai varian koleksi yang dimiliki oleh sebuah perpustakaan sekolah maka minimal judul yang harus dimiliki perpustakaan sekolah adalah 1000 judul.
Perpustakaan sekolah perlu mengembangkan koleksinya guna mendukung kegiatan belajar mengajar serta pembinaan minat baca warga sekolah, dalam hal ini adalah guru, murid dan staf administrasi sekolah. Guna mendukung kedua kegiatan tersebut maka setidaknya sekolah menyediakan 10 judul buku untuk satu orang murid serta menambah jumlah buku minimal 10% dari jumlah koleksi setiap tahunnya(Badan Standarisasi Nasional; 2009).
Berbagai koleksi perpustakaan tersebut diperoleh dengan berbagai cara atau metode. Metode yang lazim digunakan dalam kegiatan pengadaan bahan pustaka atau koleksi perpustakaan antara lain:
1. Pembelian
Metode pengadaan koleksi yang pertama adalah pembelian. Metode pembelian merupakan metode pengadaan koleksi yang dilakukan dengan cara membeli koleksi perpustakaan dengan menggunakan anggaran yang dimiliki sekolah. Untuk itu pihak sekolah perlu mengalokasikan dana khusus untuk pembelian koleksi perpustakaan. Setidaknya ada 5% dari total anggaran sekolah yang dapat dialokasikan untuk kegiatan pengelolaan perpustakaan sekolah diluar dari belanja pegawai dan pemeliharaan serta perawatan gedung (SNI; 2009).
2. Hadiah
Metode pengadaan koleksi lainya adalah hadiah. Hadiah atau hibah dari pemerintah, pihak swasta darn warga sekolah dapat juga merupakan metode pengadaan bahan pustaka.
3. Bertukar koleksi
Untuk memperbanyak kuantitas koleksinya perpustakaan dapat bertukar koleksi dengan perpustakaan atau lembaga-lembaga lainnya. Perpustakaan dapat menawarkan kerjasama dengan perpustakaan atau lembaga sejenis untuk saling bertukar koleksi. Dalam kegiatan bertukar koleksi ini, perpustakaan perlu mempertimbangkan bahwa koleksi yang dipertukarkan adalah koleksi yang jumlah berlebih serta dibutuhkan oleh pemustaka. 
4. Produksi sendiri
Metode pengadaan koleksi yang terakhir adalah dengan memproduksi sendiri koleksi perpustakaan. Contoh kongkrit dari metode pengadaan ini antara lain adalah kliping atau karya tulis yang dihasilkan oleh pustakawan, siswa dan guru yang kemudian dihimpun menjadi koleksi perpustakaan.

Pengolahan Koleksi
Koleksi perpustakaan terdiri dari banyak varian. Varian tersebut antara lain buku, majalah, video, compact disk, kaset, laporan penelian dan lain-lain. Namun atas dasar pertimbangan koleksi yang mendominasi perpustakaan serta durasi waktu pelatihan yang terbatas maka pada kesempatan kali ini hanya akan dijelaskan tentang prosedur kegiatan pengolahan koleksi buku.
Dalam kegiatan pengolahan koleksi buku ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Berbagai tahapan pengolah koleksi buku antara lain:
1. Pemberian stempel inventaris dan stempel perpustakaan
Langkah pertama pengelolaan buku dalam sebuah perpustakaan adalah dengan memberikan identitas kepemiliki buku tersebut. Pemberian identitas ini dilakuakan dengan cara memberikan stampel perpustakaan pada setiap buku perpustakaan. stampel yang dibubuhkan dalam buku tersebut berfungi sebagai identitas kepimilikan sehingga apabila buku tersebut hilang dan ditemukan seseorang dengan mudah orang tersebut dapat mengembalikan itu keperpustakaan. 
Stempel  bukti kepemilikan ini diletakkan pada bagian-bagian tertentu dari buku seperti halaman judul, halaman akhir buku atau setiap awal bab.

desain stempel perpustakaan
Selain memberikan stempel perpustakaan pada halaman tertentu yang ada di dalam sebuah buku, pengelola perpustakaan juga perlu memberikan stempel inventarisasi pada halaman judul koleksi. Pada stempel ini, pengelola perpustakaan membubuhkan nomor inventaris pada kolom inventari, nomor panggil koleksi pada kolom klas, tanggal terima pada kolom terima dan membubuhkan tanda tangan staf perpustakaan yang melakukan kegiatan inventarisasi pada kolom tanda tangan (ttd).
Stempel inventaris

Posisi stampel inventaris
2. Klasifikasi
Klasifikasi adalah kegiatan untuk mengelompokkan koleksi-koleksi yang dimiliki perpustakaan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Dengan pengelompokkan ini maka koleksi sejenis akan terkelompok menjadi satu (berdekatan) sehingga akan mempermudah dalam proses temu kembali koleksi di perpustakaan. Ciri-ciri yang digunakan sebagai pedoman untuk melakukan pengelompokan koleksi adalah ciri fisik koleksi dan subjek dari bidang ilmu koleksi tersebut.
Dari definisi di atas setidaknya ada beberapa manfaat yang diperoleh dari kegiatan klasifikasi. Manfaat tersebut antara lain koleksi sejenis akan saling berdekatan sehingga mempermudah proses temu kembali koleksi, memudahkan identifikasi koleksi di rak koleksi perpustakaan sehingga pengguna dapat dengan mudah menemukan koleksi yang dibutuhkan dan manfaat yang terakhir adalah dengan klasifikasi memungkina pengguna perpustaakan mengetahui dengan cepat isi atau subjek ilmu yang terkandung dalam sebuah koleksi.
Gambar 1. Ilustrasi Kegiatan Klasifikasi
Menurut Qolyubi dkk (2003) sistem pengelompokan atau klasifikasi perpustakaan dapat dibedakan menjadi:
1.       Klasifikasi artifisial
Klasifikasi aritifsial adalahsistem pengelompokkan atau klasifikasi koleksi berdasarkan ciri fisik koleksi, seperti ukuran, warna ataupun data fisik lainnya.
2.     Klasifikasi Fundamental
Klasifikasi fundamental adalahsistem pengelompokkan atau klasifikasi koleksi berdasarkan subjek yang terkandung dalam sebuah koleksi.
Kedua sistem klasifikasi tersebut diaplikasikan dalam kegiatan pengelolaan perpustakaan. Pengelola perpustakaan akan mengelompokkan koleksi berdasarkan ciri fisik koleksi, artinya pengelola perpustakaan mengaplikasikan klasifikasi artifisial. Selanjutnya, setelah dikelompokkan berdasarkan ciri fisik koleksi, kemudian koleksi dikelompokkan lagi berdasarkan subjek dari koleksi.   Dengan demikian Koleksi yang memiliki subjek sama akan saling berdekatan, artinya pengelola perpustakaan telah menggunakan klasfikasi fundamental dalam kegiatan klasifikasi.  
Dalam kegiatan klasifikasi fundamental, seseorang akan mengelompokkan koleksi berdasarkan subjek bahan pustaka. Dalam kegiatan klasifikasi ini ada dua tahapan yang dilakukan yaitu analisis subjek serta penentuan notasi atau nomor klas subjek. Berikut ini penjelasan dari masing-masing tahapan.
2.1. Analisis Subjek
Untuk dapat menentukan subjek sebuah koleksi atau bahan pustaka maka perlu dilakukan proses analisis subjek. Analisis subjek adalah kegiatan atau proses penentuan subjek atau isi yang terkandung dalam sebuah koleksi.
Dalam kegiatan analisis subjek ada dua hal penting yang harus diperhatikan, yaitu jenis konsep dan jenis subjek. Jenis konsep dibedakan menjadi 3 jenis yaitu :
a.    Fenomena
Merupakan masalah yang menjadi bahasan utama di dalam bahan Pustaka. Fenomena dibedakan menjadi objek konkret dan objek abstrak. Objek kontrik contohnya adalah Perpustakaan, Komputer. Sedangkan objek abstrak contohnya antara lain budaya dan agama.
b.    Disiplin Ilmu
Merupakan disiplin ilmu utama atau cabang dari disiplin ilmu utama yang dibahas dalam sebuah bahan pustaka. Disiplin ilmu diutama disebut juga dengan istilah disiplin ilmu fundamental dan cabang disiplin ilmu disebut subdisiplin.  Misalnya ilmu sosial maka cabang disiplin ilmu tersebut antara lain sosiologi, ilmu politik ilmu hukum, administrasi dan lain sebagainya.
c.    Bentuk Penyajian
Merupakan organisasi penyajian subjek dalam bahan pustaka menurut bentuk fisik,  sistematika penyajian dan bentuk intelektual.  Seperti Majalah, Kamus, Ensiklopedi, Direktori, Statistik.

Untuk jenis subjek dibedakan ke dalam empat jenis. Keempat jenis subjek tersebut adalah:
a. Subjek Dasar
Adalah jenis subjek bahan pustaka  yang terdiri dari satu disiplin ilmu. Misalnya politik, pendidikan, ekonomi dan lain-lain.
b. Subjek Sederhana
Adalah subyek bahan pustaka terdiri dari satu faset pembagian dari satu disiplin ilmu, Misalnya pendidikan dasar
c. Subjek majemuk
Adalah jenis subyek bahan pustaka terdiri dari lebih satu faset pembagian dari disiplin ilmu. Misalnya Pendidikan Dasar di Indonesia
d. Subjek Kompleks
Adalah jenis subjek suatu bahan pustaka yang terdiri dua subjek atau lebih yang saling berinteraksi dari satu disiplin ilmu atau lebih, contoh pengaruh narkoba terhadap kenakalan remaja.
Hasil analisis subjek adalah deskripsi tentang subjek sebuah koleksi. Untuk melakukan proses analisis subjek sehingga menghasilkan deskripsi subjek sebuah koleksi, dilakukan dengan cara:
a.    Membaca judul dari bahan pustaka, jika dirasa bahwa judul telah merefleksikan subjek sebuah buku
b.    Membaca halaman sebalik halaman judul (halaman verso). Di dalam halaman judul terdapat katalog dalam terbitan yang dapat menampilkan subjek dari sebuah bahan pustaka
c.    Membaca daftar isi jika dengan membaca judul dan halaman kolofon belum diketaui subjek dari sebuah koleksi.
d.   Membaca kata pengantar dari sebuah koleksi
e.    Membaca ringkasan buku yang biasanya terdapat pada halaman belakang buku.
f.     Membaca buku secara keseluruhan jika dengan melakukan berbagai instruksi di atas belum ditemukan subjek dari koleksi tersebut.
g.    Menggunakan sumber-sumber lain seperti bibliografi, kamus.
h.    Bertanya kepada  subjek spesialis jika semua langkah telah dilakukan belum mampu menentukan subjek dari sebuah koleksi.
2.2. Menentukan Notasi atau Nomor Klas
Notasi atau nomor klas dapat diartikan sebagai simbol atau kode yang mewakili sebuah subjek bahan pustaka dalam bagan klasifikasi. Notasi dapat berupa huruf, angka bahkan warna. Namun diantara ketiga jenis notasi tersebut, angka merupakan jenis notasi yang banyak digunakan oleh perpustakaan. Motivasi perpustakaan memanfaatkan angka sebagai notasi salah satunya karena notasi angka memiliki bagan yang berlaku secara internasional seperti Dewey Decimal Classification, Universal Decimal Classification dan Library of Conggress.
Berikut ini adalah penjelasan tentang ketiga jenis notasi yang dapat digunakan oleh perpustakaan:
a.    Warna
Apabila perpustakaan akan menggunakan warna sebagai identitas klasifikasi maka subjek dari koleksi diwakili oleh satu jenis warna untuk setiap subjeknya. Misalnya warna putih untuk subjek karya umum, merah untuk ilmu sosial, biru untuk subjek ilmu terapan dan seterusnya. Akan tetapi notasi warna ini memiliki beberapa kelemahan yaitu terbatasnya jumlah warna padahal subjek ilmu terus bertambah, selain itu klasifikasi warna tidak optimal keberadaannya jika digunakan untuk yang memiliki masalah dengan buta warna.
b.    Hurup
Pada prinsipnya penggunaan abjad  sebagai notasi hampir sama dengan penggunaan warna dalam sistem klasifikasi, dimana setiap abjad mewakili subjek tertentu. Misalnya huruf A mewakili subjek pengetahuan umum, B mewakili subjek filsafat, C mewakili subjek agama dan seterusnya.
Dalam penggunaan sistem abjad dapat juga digunakan inisial atau singkatan dari sebuah subjek. Misalnya peu untuk subjek pengetahuan umum, Fil untuk subjek filsafat, slg untuk subjek sosiologi, pol untuk subjek politik dan masih banyak lagi.
c.    Angka atau nomor klasifikasi.
Jenis notasi yang terakhir adalah notasi dengan menggunakan angka. Notasi angka diperoleh dari sistem klasifikas yang ada. Saat ini ada berberapa sistem klasifikasi yang familiar digunakan di Indonesia. Sistem tersebut antara lain Dewey Decimal Classification (DDC), Universal Decimal Classification (UDC), Library of Conggress (LC) dan Colon Classification.  Dalam makalah ini hanya akan dijelaskan satusistem klasifikasi yaitu DDC, pertimbangan penulis memilihsistem klasifikasi ini karenasistem klasifikasi ini adalahsistem klasifikasi yang paling banyak digunakan.
Dewey Decimal Classification  atau DDC merupakan salah satu sistem klasifikasi yang familiar digunakan oleh banyak perpustakaan di Tanah Air. Sistem ini menyangkut seluruh subjek ilmu pengetahuan yang disusun secara sistematis dan teratur. Pembagian ilmu (subjek ilmu pengetahuan) dimulai dari subjek yang bersifat umum menuju subjek bersifat khusus.
Pembagian subjek dalam sistem ini dimulai dari subjek besar atau umum yang disebut dengan kelas utama, kemudian diperinci menjadi divisi, selanjutnya divisi diperinci menjadi sub divisi dan lebih rinci lagi menjadi tabel lengkap. Contohnya adalah sebagai berikut
Sepuluh kelas utama dalam DDC terdiri dari:
- 000            untuk karya umum
- 100            untuk filsafat dan psikologi
- 200            untuk agama
- 300            untuk Ilmu Sosial
- 400            untuk bahasa
- 500            untuk sains
- 600            untuk teknologi
- 700            untuk kesenian dan rekreasi
- 800            untuk Sastra
- 900            untuk sejarah dan geografi

                        Divisi atau ringkasan ke II
-    300 untuk ilmu Sosial
-    310 untuk statistik
-    320 untuk ilmu politik
-    330 untuk ekonomi
-    340 untuk hukum
-    350 untuk administrasi publik, ilmu kemilitiran
-    360 untuk masalah dan jasa sosial
-    370 untuk pendidikan
-    380 untuk perdagangan, komunikasi dan perhubungan
-    390 untuk adat istiadat, etiket dan folklor

Subdivisi atau ringkasan ke III
-   370  untuk  Pendidikan
-   371 untuk  Pendidikan secara umum
-   372  untuk  Pendidikan dasar
-   373  untuk  Pendidikan menengah
-   374  untuk  Pendidikan dewasa
-   375 untuk  Kurikulum
-   376  untuk Pendidikan wanita
-   377  untuk Sekolah dan agama
-   378  untuk Pendidikan tinggi
-   379  untuk Pendidikan dan negara

DDC terdiri dari beberapa unsur-unsur pokok. Unsur-unsur tersebut antara lain sistematika, notasi, indeks relatif dan tabel pembantu. Berikut ini penjelasan dari masing-masing unsur tersebut
a.    Sistematika
Berupa bagan yang berisi pembagian ilmu didasarkan pada prinsip-prinsip tertentu.
b.   Notasi
adalah angka yang mewakili subjek-subjek tertentu. Angka dalam notasi DDC mewakili sebuah subjek. Angka atau notasi juga disebut dengan nomor
c.    Indeks ralatif
Adalah sejumlah tajuk subjek yang disertai rincian aspek-aspeknya dan disusun secara alfabetis lengkap dengan nomor klasifikasi
d.   Tabel Pembantu
Merupakan notasi khusus yang digunakan untuk menyatakan aspek tertentu. Tabel pembantu yang ada dalam DDC terdiri dari:
Tabel 1: Subdivisi standar
Tabel 2: Wilayah
Tabel 3: Subdivisi sastra
Tabel 4: Subdivisi bahasa
Tabel 5: Ras, etnik, kebangsaan
Tabel 6: Bangsa dan etnis
Tabel 7: Bahasa

Setelah pengetahui unsur-unsur DDC lalu bagaimana memanfaatkan atau cara menggunakan sistem klasifikasi ini sehingga mampu menentukan nomor klasifikasi yang benar. Langkah-langkah menggunakan DDC adalah sebagai berikut:
a. Lakukan Anasis subjek
Langkah pertama yang dilakukan untuk dapat menggunakan DDC adalah dengan menuntukan subjek koleksi dengan melakukan analisis subjek. Analisis subjek dilakukan dengan membaca judul, halaman judul, kata pengantar, daftar isi, isi buku dan kesimpulan. Perhatikan hasil analisis subjek, apakah subjek tersebut termasuk dalam kategori subjek dasar, subjek sederhana, subjek majemuk dan subjek kompleks .
b. Gunakan Indeks relatif untuk mencari nomor klasifikasi dengan cepat
Setelah menemukan subjek koleksi, selanjutnya cari nomor klasifikasi subjek dengan bantuan indeks relatif. Indeks relatif akan membantu menemukan nomor klasifikasi secara cepat karena indeks relatif menyusun subjek (tajuk subjek) urut alfabetis.
c. Periksa bagan klasifikasi
Setelah menemukan nomor klasifikasi subjek pada indeks relatif selanjutnya periksa nomor tersebut pada bagan klasifikasi untuk memastikan bahwa nomor klasifikasi yang diperoleh tepat. Perhatikan juga instruksi yang ditampilkan pada bagan. Apabila tidak ada instruksi maka silahkan gunakan nomor tersebut untuk subjek yang telah anda tentukan dalam proses analisis subjek
Setelah melakukan klasifikasi deskriptif (analisis subjek dan menentukan notasi) sehingga diperoleh notasi yang mewakili subjek ilmu sebuah koleksi, selanjutnya hasil notasi tersebut (baik warna, huruf ataupun angka) diletakkan dibagian paling atas dari nomor panggil atau call number. Nomor panggil minimal terdiri dari 3 bagian, yaitu notasi, tiga huruf pertama nama pengarang (entri utama) dan satu hurup pertama judul. Nomor panggil diletakkan dipunggung koleksi atau buku dan menjadi alat identifikasi koleksi di jajaran rak koleksi. Selain itu nomor panggil juga diletakkan dalam kartu katalog yang berfungsi sebagai wakil dokumen yang memungkinkan penguna perpustakaan menemukan koleksi yang dibutuhkan secara cepat dan tepat.

Gambar 2. Contoh nomor panggil buku dengan menggunakan nomor klasifikasi

Gambar 3. Contoh nomor panggil buku yang dibuat dengan inisial subjek

Gambar 4. Contoh nomor panggil buku dengan warna sebagai wakil subjek

3. Pemberian nomor inventaris
Nomor inventasi merupakan nomor unik dari sebuah buku, dimana setiap nomor inventaris yang ada dalam suatu buku akan berbeda dengan nomor inventaris yang ada dalam di dalam buku lainny. Nomor inventaris ini akan sangat membantu untuk mengetahui jumlah dari koleksi buku yang dimiliki suatu perpustakaan. Dengan melihat nomor inventaris terakhir dari koleksi buku perpustakaan maka dengan mudah dapat diketahui jumlah koleksi perpustakaan bersangkutan.
Pemberian nomor inventaris pada buku dilakukan setelah sebelumnya buku tersebut dicatat dalam buku inventaris. Informasi yang dicatatat dalam dalam buku inventaris meliputi nomor urut, nomor inventaris, judul, nama pengarang atau editor, informasi penerbit (meliputi kota, nama penerbit dan tahun terbit), asal, nomor panggil buku, bahasa atau keterangan lain yang perlu ditambahkan.
No.
No. Inventaris
Judul
Pengarang
Penerbit
Asal
No. Klasifikasi
Bahasa
Ind
Asing
1



00.001/HB/06/H
Hikayat si Kancil
Yuwanda Daya Putra
Yogyakarta; Olah Pustaka, 2010
Pembelian
810 Put h
x


Contoh buku inventaris

Halaman buku yang telah dibubuhi nomor inventaris




4. Katalogisasi
Katalogisasi (cataloging) adalah proses pengolahan data-data bibliografi yang terdapat dalam suatu bahan pustaka menjadi katalog (Qolybudi dkk, 2003). Artinya, katalog merupakan produk dari katalogisasi. Katalog sendiri memiliki pengertian sebagai daftar yang dipersiapkan sedemikian rupa untuk tujuan tertentu seperti katalog pameran, katalog penerbit, katalog perdagangan (Lasa Hs, 1997).
Jika katalog tersebut ditarik dalam dunia perpustakaan maka katalog tersebut dikenal dengan nama katalog perpustakaan. Katalog perpustakaan adalah daftar koleksi perpustakaan yang disusun menurut susuna tertentu atau sistematis (Lasa Hs, 1997). Katalog perpustakaan akan memudahkan pemustaka dalam mencari koleksi yang dibutuhkan. 
Katalogisasi memiliki tujuan. Tujuan dari kegiatan katalogisasi sehingga mampu menghasilkan katalog perpustakaan antara lain: 
1. Memberikan peluang bagi pengelola maupun pemustaka menemukan koleksi yang dibutuhkan berdasarkan nama  pengarang, judulnya dan subjek koleksi.
2. Menunjukkan buku yang dimiliki perpustakaan  dari pengarang tertentu, berdasarkan subjek tertentu atau dalam jenis literature tertentu.
3. Membantu dalam pemilihan buku berdasarkan edisinya atau berdasarkan karakternya. Katalog perpustakaan disajikan dalam beberap format. Format tersebut antara lain format kartu, CD, format Online (OPAC) atau yang dikenal dengan sebutan katalog komputer dan daftar tambahan koleksi. Untuk perpustakaan sederhana format katalog perpustakaan yang sesuai adalah format kartu katalog dan tambah koleksi.

Katalog perpustakaan sendiri dapat disajikan dalam berbagai format. Format katalog perpustakaan antara lain:
1. Bentuk cetakan, buku
Bentuk katalog perpustakaan yang merupakan himpunan dari lembaran-lembaran yang berisi daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan ke dalam satu jilid. Keuntungan dari format katalog perpustakaan ini adalah biaya produksinya murah, mudah pengirimannya dan mudah dibawa kemana-mana. Sedangkan kelemahan adalah jika terjadi penambahan koleksi akan sulit untuk dimasukkan ke dalam daftar yang telah dibuat.
2. Katalog berkas
Katalog ini dibuat dari kertas manila putih dengan ukuran 10 x 20 cm dan kemudian dijilid. Satu jilid bendel berisi sekitar 50 buat kartu. Namun saat ini katalog jenis ini dinilai kurang praktis.
3. Bentuk kartu
Bentuk katalog dalam format kartu. Format kartu merupakan format katalog yang paling banyak digunakan saat ini. Kelebihan dari format katalog ini antara lain tahan lama, lebih praktis jika terjadi penambahan koleksi dan mudah penggunaannya. Sedangkan kelemahannya antara lain memerlukan lembari katalog yang harus didesain khusus, memerlukan tempat tersendiri dan sulit untuk dibawa kemana-mana.
4. Komputer
Selain kartu katalog, format ini merupakan format yang saat ini banyak digunakan oleh perpustakaan. Apalagi dengan tumbuhnya gerakan open source yang  perpustakaan memperoleh perangkat lunak yang dapat digunakan secara gratis. Berbagai perangkat lunak yang dapat digunakan sebagai katalog antara lain CDS/ISIS, WINISIS, OpenBiblio, Atheneum, Otomigen-X dan Slims.
Proses katalogisasi atau proses pembuatan katalog perpustakaan terdiri dari dua kegiatan. Kedua kegiatan tersebut antara lain katalogisasi deskriptif dan katalogisasi subjek. Penjelasan dari kedua kegiatan tersebut adalah sebagai berikut
1. Katalogisasi Deskriptif
Kalogisasi deskriptif merupakan kegiatan merekam data bibliograf sebuah koleksi. Tujuan dari kegiatan ini adalah menentukan entri utama dan entri tambahan serta deskripsi bibliografi dari sebuah koleksi. Setelah berhasil menentukan entri utama, entri tambahan dan deskripsi bibliografi maka langkah selanjutnya dalam katalogisasi deskripsif adalah adalah mencantumkannya dalam entri katalog. Pedoman yang digunakan untuk melakukan katalogisasi deskriptif adalah AACR2 (Anglo American Cataloging Rules Second Edition) dan ISBD (International Standard Book Description)
a. Penentuan entri utama dan entri tambahan
Dalam penentuan tajuk entri utama dan entri tambahan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
-          Pengarang tunggal maka tajuk entri utama adalah pengarang buku atau koleksi tersebut.
Contoh:
Teknologi Informasi Perpustakaan / Wahyu Supriyanto
Entri utamanya pada Wahyu Supriyanto dan entri tambahannya pada judul dan subjek
-          Pengarang ganda, dua dan tiga orang maka entri utama adalah pengarang utama sedangkan pengarang kedua dan ketiga dijadikan sebagai tajuk entri tambahan.
Contoh:
Membangun Otomasi Perpustakaan Dengan OpenBiblio/Arif Surachman, Purwoko, Heri Abi Burachman
Entri utamanya adalah Arif Surachman dan pengarang lainnya dijadikan sebagai entri tambahan
-          Pengarang lebih dari tiga orang atau lebih maka tajuk entri utamanya adalah judul
Contoh
Membangun Perpustakaan Digital/ Arif Surachman, Wahyu Supriyanto, Purwoko dan Heri Abi Burachman Hakim
Entri utama adalah Judul dan entri tambahannya adalah nama pengarang
-          Karya editor atau penyunting maka entri utamanya pada judul. Jika pengarangnya disebut maka berlaku ketentuan entri utama untuk pengarang.
Misalnya
Perangkat Lunak Open Source dalam Dunia Perpustakaan / Editor : Purwoko
Entri utama pada judul dan entri tambahan pada Purwoko (editor)
-          Karya Anonim (tanpa pengarang) maka entri utamanya pada judul
-          Karya kumpulan, entri utamanya pada judul
-          Badan Korporansi maka entri utamanya adalah badan korporasi
b. Deskripsi Bibliografi
Deskripsi bibliografi disusun ke dalam delapan daerah. Setiap daerah terkadang terdiri dari beberapa unsur. Berbagai daerah dan unsur-unsur dipisahkan dengan menggunakan tanda baca. Kedelapan daerah diskripsi bibliografi tersebut lengkap dengan tanda bacanya antara lain:
No.
Daerah
Tanda Baca
Unsur
1
Daerah judul dan pernyataan tanggung jawab (kepengarangan):

Judul sebenarnya
[ ]
GMD (General Material Designation)
=
Judul paralel
:
pernyataan judul lain

Pernyataan tanggung jawab
/
Pengarang pertama
,
Pengaran kedua dan pengarang ke tiga (jika pengarang lebih dari satu tetapi tidak lebih dari dua)
;
pengarang lain (seperti penerjemah, ilustrator, narator)
2
Daerah edisi

.-
Keterangan Edisi (seperti keterangan cetakan, edisi cetakan)
3
Daerah data khusus
.-
Tidak digunakan untuk deskripsi buku
4
Daerah impresum
. -
Tempat terbit (tempat terbit pertama)
;
Tempat berikutnya
:
Nama Penerbit
,
Tahun Terbit
5
Daerah deskripsi fisik
. -
Jumlah halaman (misalnya xii, 250 hlm.)


:
Data fisik lain (seperti ilustrasi dan index)


;
Ukuran fisik koleksi
6
Daerah keterangan seri
. -
Judul seri sebenarnya (ditulis dengan kurung)


=
Judul Pararel


:
Keterangan judul seri tambahan
7
Daerah catatan
. -
Segala sesuatu yang dianggap penting yang belum dimasukkan pada daerah sebelumnya
8
Daerah penomoran, harga dsb
.-
Nomor standar


=
Judul kunci


:
Syarat-syarat dan harga


( )
Keterangan tambahan








Tabel 1. Tabel Data Deskripsi Bibliografi
Berbagai data bibliografi di atas akan dimasukkan ke delapan daerah diambil dari bahan pustaka yang ada di tangan staf perpustakaan. Data bibliografi tersebut dapat diperoleh dengan membaca:
-          Kulit buku
-          Halaman judul singkat
-          Halaman judul
-          Halaman sebalik halaman judul atau halaman verso
-          Bagian lainnya dari buku seperti kata pengantar, daftar isi, isi buku, indeks dan bibliografi.
2. Katalogisasi subjek
Kegiatan merekam subjek dari sebuah bahan pustaka dengan cara melakukan analisis subjek kemudian menentukan nomor klasifikasinya berdasarkan peraturan yang berlaku. Jika diilustrasikan melalui gambar maka hasil akhir dari kegiatan katalogisasi deskriptif dan katalogisasi subjek seperti gambar di bawah ini.
Gambar 5. Kartu katalog
Setelah melakukan katalogisasi deskriptif dan katalogisasi subjek, selanjutnya langkah yang perlu dilakukan perlu adalah membuat kartu katalog dan menyusun kartu katalog yang telah dibuat. Berikut ini langkah-langkah yang dilalui dalam kegiatan pembuatan kartu katalog dan penyusun kartu katalog:
1. Siapkan kartu katalog dengan kertas berukuran 12,5 cm. x 7,5 cm. Di tengah bagian bawah kartu dibuat lubang untuk memasukkan tusuk pengaman.
2. Membuat temporary slip (T. Slip) atau worksheet.  T. Slip merupakan kertas yang berisi konsep untuk pembuatan kartu katalog, sedangkan worksheet merupakan T.Slip yang digunakan sebagai konsep katalog komputer (Lasa-Hs, 1998). T.Slip atau worksheet akan memudahkan dalam proses pengetikan kartu katalog atau ketika memasukkan data bibliografi buku ke dalam perangkat lunak yang digunakan perpustakaan.
3. Menyalin data yang ada pada T. Slip atau worksheet ke dalam kartu katalog. Berikut ini contoh format  kartu katalog yang
a)      Katalog Pengarang
b)      Katalog Judul
c)      Katalog Subjek
4. Selanjutnya untuk memudahkan penelusuran kartu katalog, maka katalog-katalog tersebut dikelompokkan kedalam satu jenis dan disusun alfabetis dari yang ter kecil ke yang terbesar. Selanjutnya kartu katalog yang telah tersusun dimasukkan ke dalam lemari katalog


5. Pemasangan kelengkapan buku
Sebelum buku disajikan dirak agar dapat diakses oleh pengguna perpustakaan maka sebuah buku perlu diberi kelengkapan buku. Kelengkapan buku antara lain kartu buku, slip tanggal kembali (data due slip), label buku(call number), kantong buku dan sampul buku.
Berikut ini langkah-langkah yang digunakan untuk membuat dan memasang kelengkapan buku:
1.    Label buku
Label buku adalah label yang berisi nomor panggil buku atau call number. Label buku dibuat dengan kertas berukuran 3x4 cm. Pada label tersebut dicantumkan nomor panggil buku atau call number yang sebelumnya telah dibuat. Lalu label buku ditempelkan pada punggung buku kira-kira 3 cm dari ujung bawah buku.
Gambar 11. Contoh Label buku dan pemasangannya

2.      Lembar tanggal kembali (date due slip), berisi catatan nomor anggota dan tanggal wajib pengembalian. Lembar tanggal kembali ini ditempelkan pada akhir halaman atau sampul akhir dari buku. Gunanya untuk mengingatkan peminjam peminjam tanggal pengembalian koleksi yang dipinjam.
Gambar 12. Catatan Tanggal Kembali
3.      Kartu buku
Kartu buku adalah alat yang digunakan untuk mengontrol peredaran buku. Melalui kartu buku ini dapat diketahui apakah buku tersebut sedang dipinjam atau tidak, siapa peminjamnya dan kapan tanggal kembali buku tersebut.

Gambar 12. Kartu buku
4.                                                                              Kantong buku
Kantong buku adalah kantong yang difungsikan sebagai tempat untuk meletakkan kartu buku. Kantong buku terbuat dari kertas karton atau kertas lainnya. Di dalam kantong buku ini dibubuhi nomor panggil buku dan nomor inventaris buku. Kantong buku diletakkan di dalam sampul belakang.

Gambar 13. Kantong buku
5.      Penyampulan
Langkah terakhir dalam kegiatan pemasangan kelengkapan buku adalah memasang sampul pada buku. Setiap buku perlu diberi sampul plastik agar buku tidak mudah rusak. Memasang sampul buku secara tidak langsung telah melakukan kegiatan perawatan bahan pustaka yang dapat memperpanjang usia buku.

6.  Shelving (pengerakan)
Shelving atau pengerakkan memegang peranan penting dalam menentukan kecepatan serta ketepatan dalam proses temu kembali koleksi atau buku. Sebaik apapun kegiatan pengolahan atau sistem automasi yang digunakan tidak optimal apabila buku-buku tersebut tidak disusun secara sistematis di rak buku. Pengguna perpustakaan dan pengelola sendiri harus konsisten untuk mengembalikan bukunya. Usaha ini dilakukan agar buku dapat dengan mudah ditemukan jika diperlukan.
Langkah-langkah dalam pengerakan:
1.       Pengelompokan  buku berdasarkan jenisnya.
Buku-buku koleksi dikelompok-kelompokkan berdasarkan jenis buku, misalnya buku referensi dikelompokkan dalam kelompok buku referensi, buku teks dikelompokkan dalam kelompok buku teks.
2.       Penyusunan buku di rak
Setelah buku dikelompokkan berdasarkan jenis buku kemudian buku disusun di rak berdasarkan nomor klas dari nomor klasifikasi terkecil sampai nomor klasifikasi terbesar. Penyusunan buku dirak selain memperhatikan nomor klasifikasi, penyusunan buku juga perlu memperhatikan urutan abjad tajuk entri utama dan judul buku yang ada.

Buku disusun menurut jenis koleksi

Gambar 14.  shelving buku di rak

Pelayanan Bahan Pustaka
Setelah melalui proses pengolahan maka koleksi perpustakaan siap untuk dilayankan kepada pengguna perpustakaan. Banyak bentuk layanan yang dapat diberikan kepada pemustaka dalam rangka melayankan koleksi yang dimiliki perpustakaan kepada pemustaka. Namun secara garis besar pelayanan bahan pustaka dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu layanan sirkulasi dan layanan referensi.
Berikut ini deskripsi tentang layanan sirkulasi dan layanan referensi dalam rangka melayankan koleksi yang dimiliki perpustakaan kepada pengguna perpustakaan:
1. Layanan sirkulasi
Layanan sirkulasi dikenal sebagai layanan peminjaman dan pengembalian yang diselenggarakan perpustakaan agar pemustaka dapat memanfaatkan koleksi yang dimiliki perpustakaan. Di dalam Kamus Istilah Perpustakaan disebutkan bahwa layanan sirkulasi adalah suatu perkerjaan, tugas, seksi maupun bagian di perpustakaan yang berhubungan dengan pemanfaatan koleksi (Lasa-Hs, 1998). Lebih lanjut dalam kamus ini disebutkan bahwa di dalam layanan sirkulasi terkait dengan kegiatan pendaftaran anggota, tatatertib, statistik dan peminjaman serta pengembalian koleksi.
Dalam layanan sirkulasi dikenal dua sistem yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup. Sistem terbuka adalah sistem yang memberikan keleluasaan kepada pengguna untuk mencari koleksi yang dibutuhkan ke dalam rak-rak koleksi yang dimiliki perpustakaan. Sistem tertutup adalah sistem yang tidak memberikan keleluasaan keleluasaan pemustaka untuk mencari koleksi ke dalam rak koleksi yang dimiliki perpustakaan, untuk mencari koleksi yang dibutuhkan pemustaka diharuskan meminta bantuan kepada pengelola perpustakaan untuk mencarikan koleksi yang dibutuhkan di dalam rak koleksi perpustakaan.
2. Layanan Referensi
Layanan pemustaka yang berkaitan dengan sumber-sumber atau koleksi referensi[3] antara lain meliputi menjawab pertanyaan yang diajukan, penelusuran informasi baik di dalam maupun di luar perpustakaan itu sendiri (Lasa-Hs, 1998). Dengan kata lain layanan referensi merupakan layanan yang diberikan perpustakaan dengan memanfaatkan koleksi referensi yang dimiliki perpustakaan. Produk akhir dari layanan ini adalah jawaban atas pertanyaan dari pemustaka yang diperoleh dari koleksi referensi yang dimiliki perpustakaan.

Penutup
Manajemen koleksi merupakan salah satu kegiatan manajemen yang dilakukan oleh pengelola perpustakaan. Pengelola perpustakaan perlu memberikan perhatian ekstra terhadap majemen koleksi karena koleksi merupakan salah satu magnet yang dapat menarik minat pengguna perpustakaan.
Dalam manajemen koleksi setidaknya ada tiga kegiatan pengelolaan perpustakaan yang menjadi fokus perhatian. Ketiga kegiatan tersebut adalah pengadaan, pengolahan serta pelayanan bahan pustaka. Ketiga kegiatan tersebut memiliki kedudukan yang sama dalam rangka mewujudkan koleksi yang berkualitas dan mampu memotivasi pengguna perpustakaan untuk mengakses perpustakaan.


Daftar Pustaka 
Badan Standarisasi Nasional. 2009. Standar Nasional Indonesia 7329: 2009, Perpustakaan Sekolah. Jakarta, Badan Standarisasi Nasional.
Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi, Edisi Ketiga. Jakarta, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional RI.
IFLA dan UNESCO. 2006. Panduan Perpustakaan Sekolah. Jakarta, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Lasa Hs. 1997. Pedoman Katogisasi Perpustakaan Muhammadiyan : Monograf dan Terbitan Berkala. Yogyakarta, Majelis Pustaka Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
______. 1998. Kamus Istilah Perpustakaan. Yogyakarta, Gadjah Mada University Press.
Yulia, Yuyu dan Sujana, Janti Gristinawati.2009. Pengembangan Koleksi. Jakarta; Penerbit Universitas Terbuka.
Qolyubi, Sihabuddin dkk. 2003. Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi.Yogyakarta, Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Perpustakaan Nasional RI. 2006. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Umum. Jakarta, Perpustakaan Nasional RI.
_____________________. 2001. Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. Jakarta Perpustakaan Nasional RI.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Heri Abi Burachman Hakim
Web/blog: http://heri_abi.staff.ugm.ac.id, www.chobish.wordpress.com



DATA PRIBADI
Tempat & Tanggal Lahir   : Yogyakarta, 26 September 1982
Jenis Kelamin                    : Laki-laki
Agama                               : Islam
Kewarganegaraaan            : Indonesia
Status                                :  Kawin
Alamat Asal                      : Jalan Ahmad Yani No.14 Yukum Jaya Lampung Tengah
Alamat Sekarang               : Gang Brojodento 3 Pringgodani Mrican Sleman  Yogyakarta
Telepon                             : (0274) 552852, 081392156396
Hobi                                  :  Menulis, membaca, diskusi, tenis meja.

PENDIDIKAN
2005-2007                    : Sarjana Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga (Predikat Cumlaude, IPK: 3,60)
2000-2003                    : Diploma III Perpustakaan FISIPOL UGM (Predikat Cumlaude, IPK: 3,60)
1997-2000                    : SMK Negeri 1 Terbanggi Besar
1994-1997                    : SMP Negeri 7 Terbanggi Besar
1987-1994                    : SD Negeri 1 Yukum Jaya

PENGALAMAN KERJA
1. UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta 5 Mei 2010 - Sekarang
2. Perpustakaan FISIPOL UGM,  1 Mei 2003 – April 2010
3. Praktek Kerja Lapangan di Perpustakaan STMIK AMIKOM Yogyakarta, Juli 2002
4.Relawan Divisi Penerbitan PSS – PKBI DIY, Juli 2002 – Februari 2003
5.Relawan Divisi Sistem Informasi Kesehatan Reproduksi dan Divisi Penerbitan    dan Diskusi PSS – PKBI DIY, 2002-2003
6.Magang di Perpustakaan Fakultas Ekonomi UGM,  7 April 2003 – 31 Juli 2003
7.Entry data perpustakaan AKPER Noto Kusumo Yogyakarta, Mei 2004
8. Mengolah koleksi Perpustakaan Pribadi Prof. Dr. Sunyoto Usman, Agustus – September 2004
9. Mengelola Perpustakaan Pribadi Bapak Rizal Malik, September 2004 – Sekarang
10. Perpustakaan Jurusan Hubungan Internasional Agustus 2005 – Sekarang
11. Tutor Jurusan Ilmu Perpustakaan  pada UPBJJ-UT Surakarta


PENGALAMAN ORGANISASI
1.Relawan Divisi Sistem Informasi Kesehatan Reproduksi dan Divisi Penerbitan    dan Diskusi PSS – PKBI DIY 2002-2003
2.Bulaksumur Pos 2001
3.Ketua OSIS SMK Negeri 1 Terbanggi Besar 1997-1998

PRESTASI
1.Juara I lomba cerdas cermat tingkat SMK di TVRI SPK Lampung tahu 2000
2.Peringkat VI lomba minat baca dalam bentuk penilisan artikel Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY 2001
3.Penulis terbaik lomba urun rembuk hari jadi Kabupaten Sleman ke-86 dengan tema “Pengoptimalan Swadaya Masyarakat” tahu 2002
4.Juara III tingkat umum lomba minat baca dalam bentuk sinopsis buku di kantor Data Elektronik , Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sleman tahun 2002
5.Juara I Beregu Putra Tenis Meja Dies UGM ke 54  2003
6.Juara III Lomba Penulisan Artikel Dies UPT Perpustakaan UGM 2004
7.Juara I Beregu Putra Tenis Meja Dies UGM tahun 2004
8.10 besar lomba minat baca kabupaten Sleman tahun 2004
9.10 besar lomba minat baca kabupaten Sleman tahun 2005
10.Peringkat 4 Beregu putra tenis meja Dies UGM 2006
11.Peringkat 4 Beregu putra tenis meja Dies UGM 2008
12. Bagian dari Unit Kerja Berprestasi dan Terinovatif di Lingkungan FISIPOL UGM, 2009       
13. Tenaga Adminstrasi Berprestasi UGM tahun 2009 di Bidang TI untuk kegiatan Promosi dan Publikasi
14. Peringkat 2 Pemilihan Pustakawan Teladan UGM Tahun 2001


KETRAMPILAN
1.MS OFFICE,
2.Aplikasi Desain Grafis Corel Draw dan Photoshop
3.Membangun catalog online dan aplikasi perpustakaan digital berbasis web
4.Aplikasi Software Perpustakaan: CDS/ISIS, WINISIS, OpenBiblio, GDL, Senayan
5.Membangun otomasi perpustakaan
6. Web Desain
7.Menulis (Terutama Bidang Perpustakaan)

KURSUS DAN PELATIHAN
1.Peserta Kursus Operator Komputer
2. Peserta Diklat dasar-dasar jurnalistik Bulaksumur Pos
3. Peserta Diklat dasar-dasar jurnalistik “LINE”
4. Peserta  Training pembuatan website dengan FrontPage 2000, 15-22 Juli 2001
5. Peserta Latihan Kepemimpinan Mahasiswa FISIPOL UGM, 16 Februari 2002
6. Peserta Workshop merakit komputer 3 Mei 2002
7. Peserta Kursus Bahasa Inggris, Puri Bahasa 2004
8. Peserta Pelatihan Katalog Induk dan Otomasi Perpustakaan, UPT Perpustakaan UGM tanggal 23 – 25 Agustus 2004
9. Peserta Pelatihan pembentukan perilaku kerja Staf Administrasi dalam mendukung UGM sebagai BHMN, FISIPOL UGM tanggal 25-28 Agustus 2004
10. Peserta Pelatihan Perpustakaan Digital,  UPT Perpustakaan UGM tanggal 20-21 Oktober 2004
11. Peserta Kursus Web Master, 14 Desember 2004 – 05 Januari 2005 di GLC UGM
12. Peserta Kursus LAN dan Wifi, 17 Mei – 09 Juni 2005 di Fasnet UGM
13. Peserta Kursus Teknisi Komputer, 10 – 24 Agustus 2005 di Fasnet UGM
14. Pemateri Pelatihan Manajemen Perpustakaan Sekolah Program ASKADOL (Ayo Dolanan Karo Sekolah ), 22 – 23 Desember 2007
15. Pemateri Praktikum Pembekalan IT Kompetitif Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 18 November 2007 – 20 Januari 2008
16. Pemateri Praktikum Pembekalan IT Kompetitif Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 13 September 2008 – 31 Januari 2009
18. Pemateri Pelatihan OpenBiblio bagi Pengelola Pondok Pesantren, Kerjasama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan Departemen Agaman, 6-8 Februari 2008
19. Pemateri Pelatihan E-Library Management di Perpustakaan UGM 26-27 Agustus 2008
20. Pemateri Pelatihan Informasi, Dokumentasi dan Perpustakaan, Perpustakaan UGM 20 Oktober – 14 Novermber 2009
21. Pemateri Pengelolaan Koleksi Audio Visual bagi Pengelola Perpustakaan Universitas Trunojoyo di Perpustakaa UGM 26 Agustus 2008
22. Pemateri pelatihan otomasi perpustakaan sekolah dengan software Athenaeum di SD Negeri 1 Brajan Wonokromo  Pleret Bantul, 5 November 2008
23. Pemateri pelatihan otomasi perpustakaan sekolah dengan software Senayan di SMP Negeri 1 Pleret Wonokromo  Bantul, 5 s.d 6 November 2008
 24. Pemateri pada Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah se Kabupaten Magelang, 18 Desember 2008.
25. Peserta Workshop Nasional Implementasi Otomasi Perpustakaan Berbasis Senayan Library Software, Hotel Sofyan Cikini, Jakarta, 5-8 Maret 2009
26. Pemateri Pelatihan Otomasi Perpustakaan Menggunakan Software Senayan di Taman Bacaan Rakyat Balai Pustaka Jakarta, 2 Mei 2009
27. Fasilitator Pelatihan Membangun Database Indeks Artikel di Perpustakaan Fakultas Geografi UGM, Mei 2009
28. Pemateri Workshop Digital Aset Management untuk Perpustakaan, Wisma MM UGM 30 Mei 2009
29. Pemateri Pelatihan Pemanfaatan Program OpenBiblio untuk Otomasi Perpustakaan dan Pengelolaan Data Kasus di LSM Sehabat Perempuan, Magelang 31 Mei 2009
30. Pemateri Workshop Otomasi Perpustakaan Berbasis Senayan Software Dari Pustakawan untuk Pustakawan yang di selenggarakan Perpustakaan FISIPOL UGM 18-19 Juli 2009
31. Pemateri Workshop Desain dan Manajemen Layanan Perpustakaan Berbasis Web 2.0, Wisma MM UGM 8 Agustus 2009

Karya Tulis
1.Mewujudkan Perpustakaan Berkualitas Melalui Free Open Source Software, dimuat pada Gagasan: Majalah Komunikasi dan Informatika, Vol. 14. No. 1/April 2008
2.Komputerisasi Perpustakaan dengan Murah, Dimuat pada harian Kompas Edisi Jateng dan DIY tanggal 11 Juni 2008
3.Evaluasi Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Opensource: sebuah kajian awal, bersama Arif Surachman dan Purwoko, dimuat di jurnal Fihris Vol. I. No. 1 2007.
4.Evaluasi OpenBiblio sebagai Perangkat Lunak Otomasi Perpustakaan Berbasis Open Source, Dimat di Jurnal Fihris Vol. II. No. 2. 2007
5. Panduan Pemustaka FISIPOL UGM, Disampaikan pada Pendidikan Pemakai Perpustakaan untuk Mahasiswa Baru Tahun 2007
6.Perpustakaan dan Predikat Kota Yogyakarta sebagai Kota Pelajar, Dimuat Harian Bernas
7.Pustakawan Sebagai Investor, Dimuat di Buletin Perpustakaan UII
8.Manajemen Konflik Perpustakaan, Dimuat di Buletin Perpustakaan Perpustakaan UII.
9. Athaneum Light Mendigitalisasi Perpustakaan, Dimuat pada Harian Suara Merdeka 22  Desember 2008
10. Perangkat Lunak Gratis: Awal Kebangkitan Perpustakaan di Tanah Air, Diterbitkan dalam buku Perpustakaan dan Kebangkitan Nasional. Yogyakarta; Lembaga Pemberdayaan Perpustakaan dan Informasi, 2008.
11. Modul Membangun Otomasi Perpustakaan Dengan OpenBiblio disampaikan pada Pelatihan Informasi, Dokumentasi dan Perpustakaan, Perpustakaan UGM 20 Oktober – 14 Novermber 2008
12. Aplikasi Berbasis Content Managementsistem (CMS) dan Manfaatnya bagi Dunia Perpustakaan, Dimuat di Jurnal Fihris Vol. III No. 2 2008
13. Hubungan dan Manfaatanya Bagi Perpustakaan, Dimuat di Unilib Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol. 1 No. 1 2008
14.  Apa Kabar Buku Sekolah Elektronik? dipublikasikan melalui web http://heri_abi.staff.ugm.ac.id 
15.  Perpustakaan dan Pelanggaran Hak Cipta, Dipublikasikan Melalui Web http://heri_abi.staff.ugm.ac.id
16.  Buku Pelajaran , Antara Fungsi Bisnis dan Sarana Belajar, Dipublikasikan Melalui Web http://heri_abi.staff.ugm.ac.id 
17.  Senayan: Perangkat Lunak Perpustakaan Modern, Dipublikasikan Melalui Web http://heri_abi.staff.ugm.ac.id
18.  Sosiologi Informasi: Suatu Kajian Tentang Dinamika Informasi dan Dampaknya bagi Masyarakat, Dipublikasikan Melalui Web http://heri_abi.staff.ugm.ac.id
19.  Optimalisasi Layanan Perpustakaan Nasional: Suatu Bentuk Akuntabilitas Publik, Dipublikasikan Melalui Web http://heri_abi.staff.ugm.ac.id
20.  Perpustakaan Sekolah Sarana Peningkatan Minat Baca, Dipublikasikan Melalui Web http://heri_abi.staff.ugm.ac.id, http://ilmuperpustakaan.com, http:// yuvitaeka.blogspot.com,
21.  Swadaya Masyarakat Membangun Perpustakaan, Dipublikasikan Melalui Web http://heri_abi.staff.ugm.ac.id
22.  Ketika Membaca Menjadi Kebutuhan, Dipublikasikan Melalui Web http://heri_abi.staff.ugm.ac.id




[1] Staf UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta, e-mail: chobish@yahoo.com, blog: www.chobish.wordpress.com ; HP 081392156396
[2] Masyarakat atau pengguna perpustakaan selanjutnya disebut dengan pemustaka, sesuai dengan definisi pengguna perpustakaan yang disebutkan dalam Undang-Undang Perpustakaan.
[3] Koleksi referensi dapat juga disebut sebagai buku acuan atau rujukan. Jenis koleksi ini terdiri dari kamus, ensiklopedi, direktori, buku pegangan (handbook), indeks, bibliograi dan terbitan pemeritah.
Silahkan dibagikan keteman Via


Artikel Terkait :

0 Kommentare on Makalah Manajemen Perpustakaan :

Silahkan berkomentar yang baik dan Jangan Spam !


Google+